Strategi untuk Mengamankan Aset Pendidikan Anak-anak

No comment 148 views

Strategi Bisnis

Setiap orang tua, pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, terlebih untuk urusan pendidikan. Pendidikan anak merupakan salah satu aset penting yang dimiliki orang tua yang sudah sepatutnya dijaga layaknya sebuah bisnis/usaha. Karena begitu pentingnya pendidikan anak, maka strategi bisnis pun perlu diterapkan agar pendidikan anak tidak terganggu oleh dana pendidikan yang semakin membengkak.

Nah, tidak bisa kita pungkiri, jika pendidikan yang terbaik selalu dibarengi dengan biaya pendidikan yang tidak lah murah. Belum lagi dengan adanya inflasi di dunia pendidikan yang dapat menyebabkan kenaikan biaya pendidikan sebesar 10-15% per tahun. Tentu hal ini akan sangat memberatkan sekali terutama bagi orang tua dengan kondisi perekonomian yang belum memadai. Jika orang tua tidak segera mempersiapkan dana pendidikan yang cukup sejak dini, bisa-bisa pendidikan anak akan menjadi terhambat, dan akhirnya akan memberikan dampak besar pada karir serta kehidupannya di masa yang akan datang.

Sebenarnya ada solusi yang tepat bagi orang tua agar pendidikan anak kelak tidak terhambat oleh biaya. Selain dengan mengembangkan bisnis yang sudah berjalan, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi sebagian dana yang dimiliki untuk tabungan pendidikan anak-anak. Well, bagi Anda yang berencana ingin mempersiapkan tabungan pendidikan untuk putra-putri tercinta, berikut ini adalah beberapa strategi yang harus diperhitungkan terlebih dahulu;

1. Periksa Kembali Dana yang Kamu Miliki

Hal pertama yang mesti menjadi perhitungan awal Anda, tentu yang terkait dengan dana yang Anda miliki. Tabungan pendidikan bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk investasi untuk biaya pendidikan anak. Untuk berinvestasi Anda pasti harus memiliki dana yang cukup untuk itu. Sebelum memulainya, pastikan nilai-nilai aset yang Anda miliki sudah mencukupi jumlahnya saat anak Anda berusia 21 tahun nanti.

Anggap saja Anda memiliki instrumen investasi dengan imbal hasil 10% per tahunnya. Setiap bulan, Anda harus menginvestasikan dana pendidikan sebesar 1 juta. Maka dalam satu tahun, Anda sudah memiliki investasi senilai Rp 13.200.000,-. Jika saat ini, anak Anda berusia 3 tahun, maka saat ia telah berusia 21 tahun, maka Anda sudah memiliki investasi sebesar Rp 237.600.000. Ini merupakan biaya pendidikan yang akan dimiliki sejak ia TK, hingga Kuliah, dan jumlah ini tentunya akan meningkat seiring dengan investasi yang Anda setorkan setiap bulananya.

2. Hitung Biaya Pendidikan yang Diperlukan

Selanjutnya, hitung biaya pendidikan yang diperlukan sejak anak memasuki TK, Jenjang Pendidikan Dasar, Menengah hingga ia Kuliah. Anda perlu mengkalkulasi biaya-biaya pendidikan anak-anak dengan memperhitungkan biaya pendidikan rata-rata pada tingkat pendidikan serta kenaikan (inflasi) 10-15% per tahun. Dari situ, nanti akan terlihat berapa biaya yang diperlukan untuk pendidikan anak hingga nanti ia lulus kuliah.

3. Cari Tahu Kekurangan Dana yang Ada

Setelah Anda mengetahui berapa biaya pendidikan yang diperlukan dan berada nilai aset yang Anda miliki ketika anak memasuki usia 21 tahun, maka didapatlah perbandingan dana kurang atau dana lebihnya. Nah, jika dana yang Anda miliki lebih, maka tentunya hal ini bukan menjadi sebuah masalah. Namun ketika hasilnya adalah dana yang Anda miliki belum mencapai besarnya biaya pendidikan di masa mendatang, maka sudah selayaknya Anda mulai mengembangkan bisnis Anda. Jangan hanya terpaku pada pekerjaan yang menghasilkan gaji setiap bulannya saja. Anda butuh strategi yang kuat, agar segala kekurangan dana pendidikan anak-anak dapat tercukupi.

Leave a reply "Strategi untuk Mengamankan Aset Pendidikan Anak-anak"