Menikmati Sunset dan Tari Kecak di Pura Uluwatu – Bali

Sunset di Pura Uluwatu  

Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu dari beberapa pura yang dianggap penting di Bali. Selain menjadi tempat ibadah umat Hindu di Bali, Pura Uluwatu juga menjadi objek wisata yang cukup dikenal wisatawan. Posisi Pura Uluwatu berada di sebuah tebing terjal yang menjorok ke laut dengan pemandangan langsung ke laut lepas.

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Pura ini terletak tepat di atas tebing batu, jadi untuk dapat sampai ke pura uluwatu, Anda harus melalui jalan mendaki melewati tangga-tangga batu. Baru setelah itu Anda akan melewati kawasan hutan yang konon katanya menjadi tempat yang nyaman baru ratusan kera yang hidup dengan bebas. Kera-kera ini tentu saja menjadi salah satu daya tarik pariwisata uluwatu.

Tak hanya kera-kera tersebut, Pura ini juga memiliki daya tarik lain berupa pemandangan alam yang menakjubkan dan bisa disaksikan langsung oleh  wisatawan yang datang berkunjung. Dari atas pura uluwatu, pengunjung bisa melihat pemandangan laut sejauh mata memandang. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pura Uluwatu karena anda bisa melihat matahari terbenam dan setelahmya menyaksikan pertunjukan tari kecak yang berlangsung setiap jam 18.00 WITA sampai 19.00 WITA.

Tari Kecak di Pura Uluwatu  

Tari Kecak merupakan tarian seni khas Bali yang umumnya dimainkan oleh laki-laki berjumlah 50-100 orang. Penari kecak akan duduk melingkar dan memakai kain sarung berwarna hitam putih sembari mengucapkan kata “cak-cak-cak” secara serentak, karena ini pula tarian ini diberi nama dengan sebutan “tari kecak”.

Tari Kecak mengisahkan sebuah cerita Ramayana yakni pada peristiwa Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Hingga akhir pertunjukan biasanya tari ini menyajikan kisah pembebasan Dewi Sintha dari tangan Rahwana.

Sejarah Singkat Uluwatu

Balik lagi ke abad 11, Empu Kuturan pertama kali mendirikan sebuah pura di sini, lalu kemudian diperluas oleh Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Selain Pura Uluwatu Dang Hyang Nirartha juga mendirikan beberapa pura pinggir laut, seperti Tanah Lot, Rambut Siwi dan Pura Sakenan.

Dang Hyang Nirartha datang ke Bali untuk melakukan tugas dharmayatra sebagai salah satu syarat kawikon yang akan diterimanya. Beliau melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali dan mengakhiri perjalanan sucinya tersebut dengan apa yang dinamakan Moksa di Pura Uluwatu ini.

Di balik sejarahnya, Pura Uluwatu telah menjadi objek wisata sekaligus tempat ibadah yang terkenal di Bali. Pura ini telah menarik banyak perhatian dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Anda yang ingin menikmati matahari terbenam atau pertunjukan spektakuler Tari Kecak, Pura Uluwatu di Bali adalah tempatnya.

Leave a reply "Menikmati Sunset dan Tari Kecak di Pura Uluwatu – Bali"