Keberadaan RGE Memajukan Pangkalan Kerinci

No comment 82 views
RGE
Source: Inside RGE

 

Tidak banyak yang tahu tentang Pangkalan Kerinci. Padahal, kota kecil ini merupakan pusat industri pulp and paper terkemuka di dunia. Berkat itu pula, Pangkalan Kerinci kini terus berkembang menjadi kawasan yang dinamis. Terima kasih kepada Royal Golden Eagle (RGE) yang turut memajukannya.

Pangkalan Kerinci merupakan sebuah kota kecamatan yang menjadi bagian dari Kabupaten Pelalawan di Provinsi Riau. Area ini terletak sekitar 63,2 km dari Kota Pekanbaru. Tidak akan ada yang menyangka bahwa dari sinilah sekitar 2,8 juta ton pulp dan 800 ribu paper dihasilkan per 2015.

Semua itu mendorong perkembangan Pangkalan Kerinci. Bayangkan saja, dulu sekitar tahun 1990-an, daerah ini hanyalah sebuah desa kecil. Berdasarkan data dari Inside RGE hanya ada sekitar 200 orang yang berdomisili di sana.

Jauh berbeda dibanding sekarang, dulu tidak mudah untuk menuju Pangkalan Kerinci. Saat itu belum ada jalan darat. Kalau ingin ke sini, mau tak mau orang harus menaiki perahu.

Namun, saat ini, kondisi Pangkalan Kerinci telah semakin baik. Jalanan mulus telah ada. Bahkan, sebuah bandara kecil juga telah dimiliki. Semua itu tak lepas dari kiprah Royal Golden Eagle yang menghidupkan Kota Pangkalan Kerinci berkat keputusannya menjalankan bisnis di sini.

Patut diketahui, Royal Golden Eagle merupakan sebuah korporasi skala internasional dengan aset sekitar 15 miliar dollar Amerika Serikat. Perusahaan yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini dikenal lebih aktif dalam industri sumber daya alam. RGE memiliki banyak anak perusahaan yang bergerak dalam bisnis kelapa sawit, kayu lapis, pulp and paper, viscose staple fibre, selulosa spesial, hingga pengembangan energi.

Berkat kesuksesan dalam pemanfaatan sumber daya alam menjadi produk bernilai tinggi tersebut, RGE berkembang pesat. Mereka sudah melebarkan sayap hingga mancanegara. Tengok saja, Royal Golden Eagle kini telah memiliki anak perusahaan di Malaysia, Singapura, Filipina, Brasil, Kanada, Tiongkok, hingga Finlandia. Semua itu membuat grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini mampu membuka lapangan kerja untuk 50 ribu orang.

Pangkalan Kerinci merupakan salah satu basis RGE dalam industri pulp and paper. Di sana mereka memiliki anak perusahaan bernama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Keberadaan RAPP inilah yang akhirnya turut mendorong perkembangan kota.

RAPP membangun pabrik dan perkebunan sebagai bahan baku pulp and paper di Pangkalan Kerinci. Anak perusahaan RGE ini menyerap banyak sekali tenaga kerja. Akibatnya, sedikit banyak mereka ikut mengubah wajah Pangkalan Kerinci.

Lihat saja jumlah populasi di Pangkalan Kerinci belakangan ini. Berdasarkan data Inside RGE, per 2015, ada 102. 296 orang yang berdomisili di sana. Jumlah itu naik pesat dari era 1990-an ketika belum ada RGE.

Mereka bekerja di beragam sektor. Bukan hanya menjadi pegawai Royal Golden Eagle, banyak yang berkiprah dalam bisnis jasa, perdagangan, maupun industri kecil. Komposisi ini jauh berbeda dibanding dulu. Pada era 1990-an, penduduk Pangkalan Kerinci hanya didominasi oleh petani atau nelayan kecil.

Hal itu ikut mendorong perubahan kondisi Pangkalan Kerinci. Dari tidak ada jalan darat, kini jalanan mulus telah dimiliki. Tercatat sudah sekitar sebelas ribu kilometer jalan baru dibangun di sana.

BUKTI KEBERHASILAN KOLABORASI BERBAGAI PIHAK

RGE
Source: Inside RGE

 

Pangkalan Kerinci kini sudah menjadi kawasan yang dinamis. Kota berdenyut dengan aktif mengikuti perkembangan zaman. Kondisi ini sejatinya merupakan bukti kolaborasi apik yang terjadi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam mengembangkan Pangkalan Kerinci.

Lihat saja kisah perkembangan Pangkalan Kerinci. Dulu pihak swasta seperti Royal Golden Eagle hendak berinvestasi di sana. Mereka ingin membangun RAPP di Pangkalan Kerinci karena dinilai sebagai basis yang pas untuk industri pulp and paper. Pangkalan Kerinci dirasa memiliki segala yang dibutuhkan.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah daerah membuka jalan. Mereka mendorong kehadiran investasi dari swasta seperti RGE. Pemerintah tahu persis bahwa keberadaan perusahaan seperti Royal Golden Eagle bisa mendorong pertumbuhan kota.

Alasannya sangat mudah ditemukan. Keberadaan pabrik akan menyerap banyak tenaga kerja dari mana saja. Dengan sendirinya, hal itu akan memutar laju perekonomian di Pangkalan Kerinci. Banyak usaha yang bisa dididirikan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja.

Sementara itu, masyarakat Pangkalan Kerinci juga menyambut baik kehadiran perusahaan seperti Royal Golden Eagle. Mereka bisa menikmati keuntungan dari sana. Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Pangkalan Kerinci bernama Sunarto.

Ia merupakan salah satu peserta program transmigrasi yang dulu pernah digalakkan oleh Pemerintah Indonesia. Sunarto datang ke Pangkalan Kerinci pada era 1980-an. Di sana ia mendapatkan lahan yang bisa dikelolanya sendiri.

Akhirnya Sunarto diajak bekerja sama oleh salah satu anak perusahaan RGE lainnya yang bergerak dalam industri kelapa sawit, Asian Agri. Ia diberi kesempatan untuk maju sebagai petani plasma. Ternyata ini merupakan titik tolak perubahan hidup Sunarto. Kolaborasi dengan Royal Golden Eagle membuat hidupnya jauh lebih baik.

“Menjadi petani plasma memberikan kebebasan bagi saya dalam pengelolaan lahan. Sementara itu, pada saat yang bersamaan, saya mendapat jaminan penjualan hasil perkebunan dan memperoleh bimbingan dalam pengelolaan lahan yang baik. Ini berjalan baik bagi saya dan meningkatkan standar hidup keluarga saya,” ujar Sunarto.

RGE memang memiliki prinsip kerja yang unik. Sebagai institusi bisnis, mereka tidak hanya mengejar profit belaka. Royal Golden Eagle juga ingin memberi manfaat kepada pihak lain. Semua itu disarikan oleh pendirinya, Sukanto Tanoto, dalam prinsip 5C yang menjadi arahan kerja perusahaan.

Dengan prinsip 5C, perusahaan yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini ingin berguna bagi masyarakat, pelanggan, negara, hingga aktif menjaga keseimbangan iklim. RGE menjadikannya sebagai patokan ketika menjalankan operasi perusahaan.

AKTIF MENGEMBANGKAN DAERAH LAIN

RGE
Source: Inside RGE

 

Bukti nyata yang dilakukan oleh RGE cukup banyak. Mereka aktif menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar sebagai mitra perusahaan. Bukan hanya itu, Royal Golden Eagle juga sering membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan di kawasan Pangkalan Kerinci. Akibatnya akses di sana sekarang jauh lebih mudah. Ujung-ujungnya adalah roda perekonomian yang lebih baik.

Namun, RGE tidak hanya membatasi kiprahnya di Pangkalan Kerinci. Kawasan lain juga mereka “garap” dengan perlakuan serupa. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi yang berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan.

Ada dua sistem yang dilakukan oleh RGE dalam mengembangkan kawasan lain. Pertama adalah dengan pembangunan infrastruktur berbasis relawan. Contohnya dilakukan di Tebing Tinggi pada 2016 lalu. Sejumlah karyawan Royal Golden Eagle dengan sukarela membangun jalan di sana.

Dengan dukungan peralatan berat dari RAPP, para karyawan RGE bekerja sama dengan penduduk sekitar untuk membangun jalan sepanjang 1,5 km di Tebing Tinggi. Hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat di sana. Jalan yang mulanya tidak bisa dilalui oleh mobil maupun motor karena rusak dan sempit kini jauh lebih baik.

Sementara itu, sistem lain yang dilakukan oleh RGE dalam mengembangkan sebuah daerah adalah dengan menggalakkan program Community Development. Contoh nyata pernah dilakukan pada 2015 lalu. Anak perusahaan Royal Golden Eagle, RAPP, membangun jalan sepanjang lima kilometer yang menghubungkan Benai dan Bukok.

“Terimakasih kepada RAPP yang tak bosan membantu masyarakat terutama di Kuansing seperti pembangunan jalan Benai-Kukok ini sehingga mempermudah akses transportasi masyarakat,” ungkap Bupati Kuantan Singingi, H. Sukarmis, seperti dikutip dari Riau Terkini. 

Terbukti nyata RGE tidak hanya mengejar keuntungan demi kepentingan internal belaka. Mereka juga berkontribusi terhadap perkembangan lingkungannya.

Leave a reply "Keberadaan RGE Memajukan Pangkalan Kerinci"