Inilah Kesalahan Fatal Saat Membeli Asuransi Jiwa

No comment 100 views
Asuransi Jiwa

 

Pada dasarnya asuransi jiwa itu sangat penting dimiliki. Akan tetapi saat ini masih banyak orang yang kurang paham akan maksud dan fungsi asuransi jiwa itu sebenarnya. Sehingga tak sedikit orang yang akhirnya salah beli yang menyebabkan premi menjadi lebih mahal, manfaat tidak optimal serta kesalahan-kesalahan lainnya.

Di Indonesia sendiri produk asuransi memang kurang begitu populer. Masih banyak masyarakat yang enggan untuk membeli produk asuransi karena masih saja ada anggapan jika asuransi itu mahal dan mubazir. Padahal persepsi seperti itu tidak benar. Asuransi justru memberikan manfaat sebagai proteksi diri dari hal-hal yang tak terduga. Namun yang harus diperhatikan adalah jangan asal membeli produk asuransi. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada yang lebih ahli, sehingga manfaat asuransi bisa Anda dapatkan.

Nah, berikut ini adalah beberapa kesalahan fatal yang umum terjadi pada mereka yang baru membeli produk asuransi.

1. Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Terlalu Kecil

Hal yang paling sering diabaikan saat Anda telah membeli produk asuransi jiwa adalah Anda lupa atau bisa jadi Anda tidak pernah tau berapa uang pertanggungan asuransi jiwa yang bisa Anda terima.

Meskipun ini perkala sepele, namun hal ini pula yang sebaiknya tidak boleh Anda abaikan. UP atau uang pertanggungan adalah alasan utama mengapa Anda membeli suatu produk asuransi. Manfaat ini bisa Anda terima saat Anda atau istri pencari nafkah meninggal dunia, berupa uang pertanggungan.

Bersarnya UP biasanya sudah ditentukan di awal sebelum Anda membeli produk asuransi. Dan biasanya Anda akan ditawarkan pada beberapa opsi. Misalnya uang pertanggungan yang akan diterma adalah 200 juta (sesuai dengan kesepakan awal). Sekilas jumlah uang segini cukup besar. Namun sebenarnya uang segini masih jauh lebih kecil dan bahkan belum memadai. Anggap saja kebutuhan bulanan Anda mencapai 10 juta perbulan, dengan biaya pertanggungan 200 juta, maka itu sama saja hanya akan memenuhi kebutuhan sampai dengan 2 tahun. Itupun jika tidak ada kenaikan harga-harga. Maka dari itu, nilai pertanggungan UP amat penting. Maka pilihlah produk asuransi yang bisa memberikan nilai pertanggungan yang memadai.

2. Fokus Investasi, Bukan Proteksi Jiwa

“Berapa uang yang saya terima jika tidak klaim“, mungkin Anda pernah membuat pertanyaan seperti itu. Nah, jika sudah begini, kemungkinan besar Anda hanya ingin fokus di Investasinya. Padahal pada prinsipnya, asuransi jiwa adalah untuk proteksi jiwa bukan untuk investasi. Akan tetapi manfaat yang bisa Anda terima adalah dari uang pertanggungan, yang akan dibayarkan pada ahli waris, jika yang bersangkutan mengalami musibah (meninggal dunia).

Jadi jika Anda ingin menginginkan manfaat investasi, sebaiknya tidak membeli produk asuransi jiwa. Pilihlah produk asuransi lainnya yang bisa memberikan manfaat investasi untuk Anda.

3. Tidak Semua Butuh Asuransi Jiwa Saat Ini

Saat ini mungkin Anda bisa bilang seperti itu. Akan tetapi, ada sebagian orang yang bergantung hidupnya pada Anda, pada penghasilan Anda. Jika suatu saat Anda mengalami musibah, maka orang-orang yang bergantung pada Anda (anak, istri) pastinya akan mengalami kesulitan finansial.

Andai kata saat ini tidak ada anggota keluarga yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan Anda, mungkin hal ini bukan menjadi masalah. Lantas bagaimana jika masih menggantungkan kebutuhan mereka dari Anda? Sementara Anda tidak bisa lagi memberikan apa yang dibutuhkan oleh mereka. Maka pada saat itu, asuransi jiwa adalah salah satu solusi agar ahli waris Anda, tetap mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari uang pertanggungan Anda.

Leave a reply "Inilah Kesalahan Fatal Saat Membeli Asuransi Jiwa"