6 Objek Wisata di Kota Pasuruan yang Menakjubkan

No comment 28 views

Pasuruan saat ini telah berkembang menjadi kota dengan destinasti tempat wisata yang cukup banyak, terbukti ada 6 tempat wisata menarik yang ada di kota pasuruan ini. Bagi anda yang mungkin akan melakukan perjalanan ke kota pasuruan. Tidak ada salahnya anda sedikit menyimak informasi tentang objek wisata di kota pasuruan yang kami bagikan di bawah ini:

Objek Wisata di Kota Pasuruan

Taman Safari Indonesia II

Lokasi ini sebagai salah satu tempat wisata popular di Pasuruan. Tidak hanya Taman Safari Indonesia II, destinasi ini dikenal juga dengan nama Taman Safari Prigen, merujuk tempatnya yang ada di Taman Nasional Gunung Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Disini, pengunjung dapat melihat kawanan hewan liar seperti zebra, singa, harimau, gajah, banteng, beruang, orang utan, dan lain-lain. Selain itu, ada juga hewan liar jenis unggas seperti burung unta, pelikan, nuri, kasuari, serta elang.

Taman Safari Prigen buka setiap hari mulai jam 08. 30 sampai 17. 00 WIB. Dengan harga ticket kurang lebih Rp70. 000 per orang, tempat wisata ini begitu sesuai dikunjungi bersama-sama keluarga.

Pantai Lekok

Pantai Lekok yaitu satu lokasi wisata bahari yang tidak cuma menghidangkan pemandangan lautnya yang demikian indah tetapi ditempat ini anda dapat juga melihat salah satu pertunjukan yang rutin diadakan pada hari raya kupat (7 hari sesudah lebaran).

Aktivitas ini disebut Skilot, permainannya yaitu beberapa peserta mesti meluncur diatas lumpur yang dipenuhi oleh kepiting, ikan lele serta belut. Sembari meluncur peserta harus juga menangkap hewan-hewan itu sebanyak mungkin.

Keseruan ini makin terasa saat beberapa peserta kesusahan waktu meluncur diatas lumpur, terpeleset serta mandi lumpur dapat menjadi panorama yang mengasyikkan untuk melukiskan satu keceriaan dalam kebersamaan

Air Terjun Kakek Bodo Pandaan

Air Terjun Kakek Bodo ini ada pada ketinggian 850 m di atas permukaan laut serta memiliki terjunan air dengan tinggi kurang lebih 40 m. Air terjun ini tempatnya ada di lokasi object wisata Tretes di lereng Gunung Welirang pada pegunungan Prigen, Jawa Timur, lebih tepatnya didalam lokasi hutan lindung di RPH Prigen, BKPH Lawang Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan. Di lokasi ini, keberadaan dari air terjun Kakek Bodo tidaklah sendirian. Ada juga tiga buah air terjun yang lain yang bisa dijumpai dalam perjalanan lintas alam hutan di lokasi wisata yang menajdi andalan Jawa Timur itu, masing-masing air terjut yaitu seperti Air Terjun Alap-Alap yang memiliki ketinggian 40 meter, Putuk Truno dengan ketinggian kurang lebih 45 meter, serta Sengguruh dengan ketinggian kurang lebih 30 meter.

Kebun Raya Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi berlokasi di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, tempat ini begitu mudah diakses karena ada di pinggir jalan Jalur Surabaya – Malang yang menghubungkan Surabaya, Malang serta pasuruan. Kebun Raya Purwodadi yaitu pusat konservasi serta pengamatan tumbuhan iklim kering daerah tropis yang disebut satu diantara tiga cabang Kebun Raya Bogor.

Danau Ranu Grati

Danau ini mempunyai luas 107 hektar serta dapat ditempuh dengan berkendara sepanjang 30 menit dari pusat kota Pasuruan. Highlight paling utama danau ini yaitu mempunyai latar belakang Pegunungan Tengger.

Ranu Grati dipenuhi keramba apung sebagai tempat budidaya ikan air tawar. Terdapat beberapa ikan yang dibudidayakan, sebut saja nila merah, gurami, wader, mujair, serta ikan lempuk. Bila Anda minat, Anda dapat membeli dari beberapa penjual atau nelayan dengan harga yang terjangkau.

Candi Jawi

Candi yaitu adalah bangunan peninggalan histori yang begitu bernilai, di Pasuruan ada satu candi yang menurut histori yaitu adalah bangunan peninggalan kerajaan Singasari. Menurut pengamatan yang sudah dikerjakan, Candi Jawi di bangun mulai sejak era ke 13, hingga sekarang ini sudah alami 2 kali pemugaran. Paling akhir di kerjakan pada tahun 1980, cuma saja dikarenakan aktivitas pemugaran ini ada banyak arca yang hilang dari susunan Candi tersebut .

Terdapat banyak yang disimpan di Museum, tetapi ada pula yang dikomersilkan. Candi Jawi di bangun dengan memakai batu andesit, salah satu jenis batu yang begitu tahan pada guyuran air. tetapi dikarenakan sudah berumur selama beratus-ratus tahun membuat bangunan candi Jawi ini makin lapuk.

Di tempat Candi Jawi ini ada satu kesibukan yang rutin dikerjakan pada setiap malam bulan purnama, kebiasaan ini mengusung rancangan pelestarian budaya dengan menghidangkan tarian tradisional dengan alur skenario yang melatarbelakangi dibangunnya Candi Jawi ini.

Satu candi dengan model arsitektur Hindu serta Buddha ini di bangun pada tempat seluas 40 m x 60 m, yang juga adalah tempat menaruh abu raja-raja Kertanegara. Sebagai satu bangunan bersejarah, Candi Jawi juga menaruh aura spiritual yang cukup kuat.