4 Tips Bisnis Kue Kering Agar Tetap Laris Meski Bukan Moment Lebaran

Tips Bisnis Kue Kering

 

Semua orang sepertinya suka menikmati kue kering apapun jenisnya, sehingga produknya di situs jual beli online selalu laris manis. Lebih-lebih di masa menjelang lebaran dan hari raya lainnya maka pengusaha kue yang renyah ini kebanjiran omzet. Kue satu ini bisa disebut sebagai jenis kue yang disukai setiap lapisan masyarakat dari generasi ke generasi. Kreasi resepnya juga terus bergulir sehingga sama-sama membuat coco chip misalnya, namun diberi atau diganti bahan adonannya.

Kemudian ketika akan dibentuk dibuat lebih menarik dan beda, maka hasilnya pun beda yang memberikan tekstur, rasa, maupun sensasi yang khas. Kalau Anda ingin berkecimpung di dunia kuliner bisnis kue jenis ini bisa dijadikan pertimbangan. Apalagi di era digital semacam sekarang dimana transaksi belanja online membuat pebisnis mudah mempromosikan dagangannya. Alhasil bisnis kue pun bak bisnis jualan kacang goreng di pasar malam, laris manis bukan kepalang.

Agar Laris Meski Diluar Lebaran

Sayangnya bisnis kue renyah ini juga disebut bisnis roller coaster sebab omsetnya naik turun, dan mendadak naik sampai menolak orderan ketika lebaran tiba. Namun di beberapa bulan berikutnya ordernya sangat sepi sampai stock beberapa bulan lalu masih utuh. Sedih bukan? Maka dari itu Anda butuh solusi yang cerdas untuk menjadikan bisnis ini tetap ramai peminat meski bukan di bulan Ramadhan atau lebaran. Ternyata ada kiat yang bisa dicoba, berikut beberapa diantaranya:

  1. Menjaga kualitas rasa,

Sebenarnya semua orang suka dengan yang namanya kue kering sebab bisa dijadikan teman minum teh saat bersantai ataupun teman ngemil sewaktu bekerja maupun nonton TV. Namun, pamor kue ini akan turun ketika tidak memiliki agenda untuk menjamu tamu. Maka untuk memastikan omzet tetap stabil dari bisnis kue ini meski lebaran sudah lewat, Anda musti menjaga kualitas rasa. Cobalah untuk memperhatikan segi pengemasan supaya awet sehingga orderan terus berdatangan.

  1. Berikan harga yang rasional,

Saat lebaran tiba mungkin tidak masalah jika mematok harga produk Anda dengan harga tinggi karena dijamin peminatnya tetap banyak. Apalagi proses produksi dijamin membutuhkan modal lebih karena menjelang lebaran gaji tenaga bantu membuat kue ini praktis ikut naik. Namun jika diluar lebaran Anda asal menjualnya dengan harga mahal demi kemasan yang cantik namun kualitas rasanya mengecewakan dijamin gulung tikar. Cobalah memberi image kue Anda murah dan cocok di kantong semua kalangan.

  1. Jalin kerjasama,

Salah satu solusi untuk membantu menstabilkan omzet penjualan kue yang renyah ini maka usahakan menjalin kerjasama. Misal dengan toko oleh-oleh khas di kota Anda, mereka tentu akan memiliki pengunjung tetap. Kemudian bisa pula menjalin kerjasama dengan toko grosir camilan, yang tentu akan menarik para pedagang kulakan disana. Jalinan kerjasama ini akan membantu menjadikan dagangan kue Anda senantiasa diminati, sehingga omzet stabil pemasukan pun lancar.

  1. Buat kemasan ekonomis maupun borongan,

Agar menarik perhatian, selain menjaga kualitas rasa dan rajin mempromosikan dagangan kue baik ke pameran UMKM ataupun di acara car free day. Anda juga baiknya logis ketika membuat kemasan, baiknya tidak hanya sesuai standar namun yang sekiranya mudah terbeli masyarakat. Jauh lebih nyaman memberikan produk yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat maka tidak ada salahnya menyediakan kemasan kecil. Toh, buktinya ada penjual kue kering nastar yang dikemas per tiga biji dengan harga Rp 2ribuan laku keras dibanding kemasan stoples.

Leave a reply "4 Tips Bisnis Kue Kering Agar Tetap Laris Meski Bukan Moment Lebaran"