3 Alasan untuk Tidak Melewatkan Vaksin Difteri

No comment 116 views
Vaksin Difteri

 

Tergolong penyakit ‘tua’, tetapi difteri masih ditemukan di Indonesia, dan ancamannya pun nyawa. Inilah alasan untuk tidak melewatkan vaksin difteri.

Difteri adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Jika tidak ditangani, racun dari bakteri dapat menyerang berbagai organ tubuh dengan skenario terburuknya adalah hilang nyawa. Pencegahan efektifnya adalah dengan vaksin. Selanjutnya akan dipaparkan alasan untuk Anda maupun anak tidak melewatkan vaksin difteri.

Dijelaskan oleh dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, difteri diawali dengan demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri saat menelan, bakteri penyebab difteri membentuk lapisan yang menutupi jalan napas sehingga menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas. Selanjutnya lebih berat lagi.

“Racun dari bakteri dapat menyerang berbagai organ tubuh. Akibatnya, terjadi peradangan pada otot jantung (miokarditis), kelumpuhan saraf, gangguan otak, radang sendi, infeksi di tulang, gagal ginjal, dan kegagalan sirkulasi peredaran darah,” jelasnya.

Kematian akibat difteri bisa terjadi karena sumbatan pada saluran napas yang menyebabkan oksigen tak bisa masuk ke tubuh. Selain itu, peradangan otot jantung akibat racun juga bisa mengakibatkan kematian mendadak.

Tak cuma untuk penderita, orang-orang di sekitarnya juga bisa terancam karena difteri adalah penyakit yang sangat mudah menular. Kelompok usia yang paling rentan tertular difteri dan mengalami komplikasinya yang mematikan. 

Tiga alasan untuk tidak melewatkan vaksin difteri

Pencegahan paling efektif adalah dengan vaksin, yang sayangnya sebagian orang masih meragukannya. Berikut ini adalah tiga alasan untuk tidak melewatkan vaksin difteri.

  1. Vaksin difteri melindungi Anda dari difteri

“Imunisasi difteri yang diberikan bersama dengan imunisasi tetanus dan pertusis (imunisasi DPT) memiliki tingkat proteksi yang tinggi untuk melindungi seseorang dari penyakit difteri,” kata dr. Resthie.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut, tingkat proteksi vaksin difteri mencapai 99 persen.

  1. Efek sampingnya tidak berbahaya

Sebagian orang tua mungkin masih takut untuk memberikan vaksin DPT lantaran khawatir efek sampingnya pada anak.

“Memang efek samping mungkin terjadi, umumnya berupa demam. Namun, itu hanya berlangsung selama 1-2 hari, dan akan membaik dengan obat penurun panas,” kata dr. Resthie menjelaskan.

  1. Vaksin difteri halal

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada dasarnya hasil akhir produk vaksin tidak mengandung bahan dari babi. Pada beberapa jenis vaksin, enzim tripsin babi diperlukan dalam proses kimiawi dalam membuat vaksin. Namun selanjutnya, dilakukan proses pemurnian dan penyaringan dengan pengenceran miliaran kali hingga terbentuk produk imunisasi. Disebutkan juga bahwa vaksin sudah dicuci dengan bahan kimiawi, sehingga hukumnya menjadi halal.

Itulah tiga alasan untuk tidak melewatkan vaksin difteri. Jika Anda belum mendapatkan vaksin atau lupa sudah melakukannya atau belum, bicarakan dengan dokter. Begitu juga pada anak, pastikan ia menerika imunisasi difteri secara lengkap sesuai jadwal.

Leave a reply "3 Alasan untuk Tidak Melewatkan Vaksin Difteri"